BCA tidak memungut biaya apapun selama proses pendaftaran dan seleksi karir berlangsung.
27 February 2026
Di sekolah atau kuliah, kita sering diajarkan bahwa nilai tinggi adalah kunci kesuksesan. IPK bagus, ranking atas, lulus cepat sama dengan checklist aman. Tapi begitu masuk dunia kerja, realitanya sedikit berbeda. Kecerdasan memang penting, namun yang sering membuat seseorang lebih unggul bukan hanya seberapa pintar ia, melainkan seberapa siap ia ketika kesempatan datang, Friends.
Dunia kerja bukan sekadar soal teori atau nilai akademik. Ini tentang bagaimana kita bisa menyiapkan dan membawa diri, menghadapi tekanan, dan beradaptasi dengan situasi yang terus berubah.
Lalu, sebenarnya apa sih arti “kesiapan” itu?
Kesiapan adalah kondisi ketika seseorang mempersiapkan diri secara mental maupun keterampilan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Artinya, kita punya mindset mau belajar, berani mencoba, dan mampu menyesuaikan diri saat situasi berubah.
Berikut beberapa ciri orang yang benar-benar siap:
1. Mau Belajar dan Berkembang (Growth Mindset)
Orang yang siap tidak merasa sudah “cukup tahu”. Mereka aktif mencari pengetahuan baru dan melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan ancaman. Dalam teori Andragogi yang dikemukakan oleh Knowles (1984), kesiapan belajar muncul ketika individu memiliki kebutuhan internal untuk berkembang. Artinya, dorongan belajar yang paling kuat datang dari dalam diri sendiri.
Di dunia kerja, growth mindset membuat seseorang lebih cepat beradaptasi dan tidak takut mencoba hal baru.
2. Tahan Terhadap Tekanan (Resilience)
Tekanan kerja itu nyata. Deadline, revisi, target, ekspektasi atasan semuanya bisa datang bersamaan. Individu yang siap cenderung stabil secara emosional dan tidak mudah menyerah saat menghadapi hambatan. Mereka mampu mengelola stres secara adaptif dan bangkit kembali setelah mengalami kesulitan. Menurut Masten (2001), resilience adalah kapasitas individu untuk bertahan dan beradaptasi secara positif dalam situasi yang menantang. Singkatnya: jatuh boleh, tapi bangkit lagi itu wajib.
3. Punya Inisiatif (Proactive Behavior)
Orang yang siap tidak menunggu disuruh baru bergerak. Mereka menunjukkan inisiatif, mengambil langkah lebih dulu, dan berusaha mengantisipasi perubahan. Sikap proaktif ini mencerminkan kesiapan menghadapi dinamika organisasi. Penelitian Crant (2000) menunjukkan bahwa individu dengan perilaku proaktif cenderung lebih siap dalam menghadapi tuntutan dan perubahan di lingkungan kerja. Di awal karir, inisiatif sering kali menjadi pembeda yang signifikan.
4. Adaptif terhadap Perubahan (Adaptability)
Perubahan di dunia kerja itu konstan. Sistem bisa berubah, tim bisa berganti, bahkan job description bisa berkembang. Individu yang siap mampu menyesuaikan cara berpikir dan bertindak ketika menghadapi situasi baru. Mereka tidak kaku pada satu cara saja. Savickas (2005) melalui konsep career adaptability menjelaskan bahwa kesiapan ditunjukkan melalui kontrol diri, rasa ingin tahu, dan fleksibilitas dalam menghadapi transisi karir. Semakin adaptif seseorang, semakin besar peluangnya untuk berkembang.
5. Mengenal Diri Sendiri (Self-Awareness)
Self-awareness membantu seseorang memahami kekuatan, kelemahan, serta area yang perlu dikembangkan. Studi Indahyani et al. (2025) menemukan bahwa self-awareness berkorelasi dengan tingkat kesiapan belajar. Artinya, individu yang memahami dirinya cenderung lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional. Karena sulit berkembang kalau kita sendiri tidak tahu apa yang perlu ditingkatkan.
Bagaimana Cara Meningkatkan Kesiapan?
Kesiapan bukan bakat bawaan. Ini sesuatu yang bisa dilatih. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa kita tidak sekadar menunggu kesempatan datang, tetapi sudah mempersiapkan diri lebih dulu. Menjadi pintar tentu sebuah keuntungan. Namun di dunia kerja, kesiapan sering kali menjadi faktor yang membuat seseorang benar-benar mampu memaksimalkan peluang. Pada akhirnya, pintar dan siap bukan untuk dipilih salah satu keduanya perlu dikembangkan agar saling melengkapi.
Sejalan dengan value Continuous Improvement di BCA, setiap karyawan didorong untuk terus mengembangkan hard skill maupun soft skill agar menjadi versi terbaik dari dirinya. Karena di dunia profesional, bukan hanya siapa yang paling pintar yang akan melangkah jauh tetapi siapa yang paling siap ketika kesempatan itu datang.