PERHATIAN

BCA tidak memungut biaya apapun selama proses pendaftaran dan seleksi karir berlangsung.

ARTIKEL

Produktif Itu Penting, Tapi Burn Out Bukan Achievement

12 May 2026

Hi Friends, pernah gak sih kalian ngerasa kerja sepanjang hari tapi tetap ngerasa “tertinggal”? Atau sebaliknya, pas lagi istirahat pikiran masih sibuk mikirin kerjaan? Kondisi seperti ini sering terjadi ketika batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mulai bercampur. Karena itu, menjaga work-life balance menjadi hal yang penting, terutama di dunia kerja yang serba cepat dan dinamis.

Work-life balance bukan artinya membagi waktu 50:50 antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Konsep ini justru tentang bagaimana kita bisa tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan mental, hubungan sosial, maupun waktu untuk diri sendiri.

Sayangnya, masih banyak orang yang merasa work-life balance itu sulit dicapai. Ada kekhawatiran bahwa jika terlalu fokus pada kehidupan pribadi, karier bisa tertinggal. Sebaliknya, jika terlalu fokus bekerja, waktu untuk diri sendiri dan orang terdekat jadi terabaikan. Padahal, pola seperti ini justru dapat memicu kelelahan berkepanjangan atau burnout.

Dalam psikologi, terdapat Boundary Theory yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Batas ini membantu kita mengetahui kapan harus fokus bekerja dan kapan harus beristirahat atau menikmati waktu pribadi. Jika batas tersebut tidak jelas, maka pekerjaan dan kehidupan pribadi akan saling bercampur. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih mudah lelah, stres, dan kehilangan keseimbangan dalam hidup.

Nah Friends, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga work-life balance menurut Boundary Theory:

  • Menetapkan jam kerja yang jelas
    Menentukan waktu mulai dan selesai kerja membantu menciptakan batas yang tegas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan begitu, seseorang bisa lebih fokus saat bekerja dan benar-benar beristirahat setelah jam kerja selesai.

  • Membatasi komunikasi pekerjaan di luar jam kerja
    Mengurangi respons terhadap chat atau email pekerjaan di luar jam kerja penting untuk menjaga batas mental. Hal ini membantu pikiran tidak terus berada dalam mode kerja sepanjang waktu.

  • Memisahkan ruang kerja dan ruang pribadi
    Memiliki ruang khusus untuk bekerja membantu otak membedakan kapan harus produktif dan kapan harus santai. Ini juga mencegah pekerjaan terasa terbawa ke dalam kehidupan pribadi.

  • Memberi waktu istirahat yang cukup
    Istirahat adalah bagian penting dari menjaga batas energi. Dengan istirahat yang cukup, tubuh dan pikiran bisa kembali segar sehingga tetap optimal saat bekerja.

  • Memprioritaskan kegiatan personal
    Meluangkan waktu untuk keluarga, hobi, atau aktivitas lain di luar pekerjaan membantu menjaga keseimbangan hidup dan memberikan energi positif.

Pada akhirnya, work-life balance bukan sekadar konsep ideal, tetapi sesuatu yang bisa dibangun melalui kebiasaan sehari-hari dengan mengelola batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketika keseimbangan terjaga, kita jadi lebih fokus, lebih sehat secara mental, dan tetap menikmati proses berkembang dalam karier.

Hal tersebut juga harus didukung oleh lingkungan kerja yang sehat seperti di BCA, di mana perusahaan tidak hanya mendorong performa kerja, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan karyawannya.

Artikel Lainnya

Cari Karir