Berita & Artikel

Posted on: 13-02-2019

Serunya Peserta Program Business Analyst Merasakan Lingkungan Kerja di BCA (#2)

Melanjutkan obrolan dengan Eddy, Valen, dan Raymond, di bagian kedua artikel ini ketiganya akan bercerita tentang serunya pengalaman mereka  setelah bergabung dengan PBA, khususnya ketika On Job Training (OJT) hingga akhirnya bergabung menjadi karyawan BCA. Penasaran? Baca perbincangan mereka di bawah ini ya!

Eddy, Valen, dan Raymond - peserta PBA BCA.

Kaget gak, dari kuliah masuk ke pelatihan di BCA Learning Institute (BLI) lalu ketemu lingkungan kerja?

R: BLI dan kuliah kurang lebih sama sih. Jadi lebih banyak perbedaan dari BLI ke OJT. Tapi, ketika OJT justru paling menariknya. (tertawa)

Emangnya, pengalaman ketika OJT seperti apa sih?

R: Kalau pengalaman aku ketika OJT itu mereka support banget. Bahkan setelahnya, mereka (unit kerja) tanya apa yang bisa di-improve dan mereka senang dapat masukan dari aku.

V: Kalau OJT sih cukup menyenangkan, apalagi waktu observasi ke kantor cabang, karena jadi tahu proses operasional yang terjadi ketika kita bukan sebagai nasabah bank. Serunya di situ.

E: Kalau aku lebih enak pas OJT di BA, karena banyak ilmu dan orang-orangnya lebih welcome lagi. Buddy dan mentor kita juga benar-benar support. Bertanya pun lebih gampang dan kalau mentor sedang sibuk, kita bisa belajar after office hour. Jadi menurutku lingkungan kerja nyaman.

V: Setuju. Bisa juga tanya ke teman sebelah, walaupun mungkin dia tidak ada kewajiban tapi semua memaklumi kalau kita masih baru dan butuh bimbingan.

R: Mereka bisa diajak diskusi tentang apapun. Aku jadi lebih termotivasi untuk lebih pro aktif lagi dengan pekerjaanku dan belajar responsibility terhadap proyek yang aku pegang. Teman-teman PBA yang lain juga ternyata merasa seperti itu.

Bicara soal hobi, bagaimana kamu membagi waktu kerja dengan melakukan hobi kamu?

E: Kan di BCA juga ada beberapa komunitas yang bisa aku ikutin. Kebetulan aku ikut komunitas fotografi, jadi selain hobi, aku juga jadi tambah relasi. Bisa kenal dengan karyawan dari unit kerja lain dan dari kantor cabang. Pas lagi kerjain proyek, eh tahunya sama teman yang di komunitas fotografi. (tertawa).

Di BCA juga ada banyak kanal pengembangan diri yang lain, yang paling populer itu BCA Innovation Awards (BIA). Nah melalui BIA ini, aku bisa coba kasih ide, solusi, dan aspirasi tentang permasalahan yang aku temui untuk bisa dikembangkan dan diimplementasikan oleh kita-kita juga. Kebetulan tahun ini aku ikutan BIA dan dapat reward jalan-jalan ke China, Beijing, dan Shanghai. Asyik deh!

Masih ingat gak, apa saja tantangan yang kalian hadapi selama mengikuti PBA?

R: kalau aku sih, bagaimana cara mengatur rutinitas harian aku. Tapi yang terutama mengatur waktu supaya bisa tetap melakukan hobi kita.

Kalau dari sisi professional, lebih kepada penyesuaian dengan tools. Jadi, lebih ke proses belajarnya dan ketika rapat juga. Kalau peserta rapatnya sudah banyak, pembahasannya suka terlewat. Biasanya habis meeting aku hubungi lagi orangnya untuk dapatkan potongan puzzle yang hilang itu. Setiap selesai meeting aku pasti selalu belajar hal dan ilmu baru.

V: Pengetahuan tentang tools juga dan cari tahu tentang proyek itu sendiri. Sebelumnya proyek ini adalah proyek apa, apa ada proyek lain yang menyerupai proyek ini, dan sebagainya. Walaupun sudah ada sumbernya, misalnya dari proyek-proyek sebelumnya, tapi kita tetap perlu tahu sistemnya seperti apa dan mulainya harus dari mana. Pelan-pelan harus cari tahu sendiri tapi jangan segan juga untuk tanya-tanya.

Nah, setelah merasakan ikut PBA, apakah kalian akan merekomendasikan program ini ke orang di sekitar kalian? Kalau iya, apa hal yang akan kalian rekomendasikan?

R: Mau nggak ikut PBA BCA? Kerja di BCA aja udah keren, benefitnya banyak, menarik, dan gak perlu takut, karena dari masuk sudah langsung dibimbing dan dapat pengenalan produk perbankan. Selain program pengembangan karyawan, ada outing juga untuk refreshing sekaligus team engagement. Di sini juga kamu akan diajarkan secara bertahap oleh mentor dan buddy.

V: Kalau aku sudah merekomendasikan ke teman aku. Karena pengalaman aku di sini juga menyenangkan, walaupun perjuangan pasti ada ya, kaya takut nilai jelek dan gagal. Tapi menurutku tetap enak, menyenangkan, dan menambah pengalaman juga ilmu.

E: Iya. Sama kaya Valen. Karena aku sendiri sudah ngalamin dan puas, jadi aku pasti rekomendasiin.

Di sini lingkungan kerjanya sangat, sangat membantu dan mendukung kita buat mengembangkan diri. Ada mentoring dan coaching. Di sini kita tidak hanya bekerja tapi juga berkembang, baik secara profesional maupun personal. Jadi, tidak hanya hard skill dan soft skill tapi juga pertemanan.

Menurutku, yang paling aku rasakan itu, di sini kita benar-benar punya kesempatan buat memberikan impact yang benar-benar terlihat. Contohnya ketika kita mengembangkan suatu proyek, kita tahu andil, posisi, dan fungsi kita seperti apa. Kedua, kita juga bisa tahu efeknya bagi nasabah. Misalnya aplikasi kita bisa dipakai nasabah. Proud-nya di situ.

Menurutku, yang paling aku rasakan itu, di sini kita benar-benar punya kesempatan buat memberikan impact yang benar-benar terlihat. Contohnya ketika kita mengembangkan suatu proyek, kita tahu andil, posisi, dan fungsi kita seperti apa. - Eddy, peserta PBA angkatan I.

Jadi, kalian benar-benar punya peran juga ya dalam keberhasilan sebuah proyek?

V: Iya, di sini kita ikut bikin requirement, memikirkan alur transaksinya harus seperti apa, dan juga sistem belakangnya juga kita pikirkan. Kita juga koordinasi dengan tim IT misalnya, dan tim-tim lain yang turut terlibat dalam proyek itu. Termasuk juga tim testing dan pihak operasional.

Share tips kalian dong buat teman-teman yang tertarik ikut PBA.

V: Ketika interview, jadi diri sendiri saja. Walau tetap dipilih-pilih juga kata-katanya, tapi tidak harus sampai terlihat perfect. Kalau sudah masuk, ya harus rajin belajar. Tidak bisa sistem “SKS” lagi kaya kuliah mungkin ya.

R: Kalau ketika interview itu yang paling penting tenang sih. Begitu juga dalam mengerjakan ujian. Bagaimana kita membawa diri itu juga penting menurutku. Karena orang bisa ngomong apapun, tapi body language itu yang pengujinya lihat. Kalau sudah masuk, selain belajar ya harus punya tanggung jawab. Belajar yang baik, mengikuti program dengan baik, dan lulus dengan baik.

Mulai pelajari tipe-tipe orang, belajar lebih proaktif, teratur, dan atur waktu lebih baik. Karena kalau proyek tidak dikerjakan secara terstruktur, gak kan kelar itu proyek.

E: Menurutku, kalau niat dan antusiasmenya kuat, apapun pasti dipelajari dan diusahakan. Mau background jurusan apapun pasti bisa asal bisa berpikir dan menganalisa. Jadi, give your best effort!

Gimana pendapat teman-teman setelah membaca pengalaman-pengalaman Eddy, Valen, dan Raymond di atas? Sudah punya bayangan kan mengenai PBA BCA? Sudah tidak ragu dan bingung lagi kan? Yuk, rasain langsung pengalaman serunya bergabung dengan tim Business Analyst BCA melalui PBA! Kamu bisa daftar melalui tautan http://bit.ly/KarirBCA-PBA. Baca artikel bagian pertama di sini.

Start Your Career @BCA Now

 
Masih pelajar dan ingin merasakan dunia kerja?
Ikuti program Magang Bakti BCA Di Sini

Lulusan Fresh graduate? Belum memiliki pengalaman kerja profesional?
Cari tahu informasi posisi yang cocok untuk Anda Di Sini

Punya ambisi dan impian untuk meraih sukses dan membutuhkan tantangan? Cari Tahu Di Sini

Hubungi Kami

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs BCA. 
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.