Berita & Artikel

Posted on: 28-08-2018

Kisah Sukses Salah Satu Vice President BCA Termuda “The Best I Can Do, Inilah Prinsip Saya”

VP1

Tidak pernah terbersit sedikit pun dalam pikiran Sugianto Thian akan menduduki jabatan Vice President (VP) di usia yang terbilang muda, yaitu 35 tahun. Niatnya melamar kerja ke BCA selepas lulus kuliah hanya didorong oleh keinginan untuk bekerja di perusahaan besar. Saat sudah diterima pun, pria yang memiliki gelar double degree di bidang IT-Matematika ini mengaku tidak pernah bermimpi jadi VP. Namun lingkungan kerja di BCA yang kondusif memang memungkinkan siapa pun untuk mengembangkan karir seperti yang dialami dirinya.

Bagaimana kisah Sugianto, demikian dia akrab disapa, tentang karirnya selama ini di BCA? Yuk, simak petikan wawancaranya berikut ini.

Bagaimana cerita awal Anda diterima di BCA?

Dulu gara-gara melihat poster di kampus bahwa BCA sedang membutuhkan “diamond” di divisi IT-nya. Saya langsung apply dan diterima untuk mengikuti training selama 4 bulan dan resmi bergabung di BCA pada Oktober 2006.  Saat itu saya langsung ditugaskan untuk memegang aplikasi IDS (Integrated Deposit System).

Buat yang belum familiar, IDS merupakan aplikasi yang menangani semua hal terkait rekening. Mulai dari sisi transaksinya, penghitungan pajak, bunga, rekening koran hingga mutasi yang terkait produk-produk tabungan. Itu saya jalani sampai sekarang.

Tidak bosan, pak?

Sama sekali nggak. Selain karena passion di bidang IT, hal yang membuat saya tidak pernah bosan adalah lingkungan kerja BCA yang kekeluargaan. Itu terasa sekali saat bekerja, di mana kalau kita menghadapi kendala semua diselesaikan bersama-sama. Tidak hanya terkait rekan-rekan kerja, tapi juga atasan, ya. Sejauh pengalaman saya, leader, atasan saya tidak pernah membiarkan anak buahnya untuk bekerja sendiri saat kesulitan. Mereka selalu membantu dan memberikan solusi terbaik.

Itu menurut saya, salah satu faktor yang membuat saya betah di BCA.

Jadi itu alasan utama kenapa memilih BCA?

Oh bukan, bukan. Sebelum masuk BCA mana tahu saya tentang BCA. Saya anak kampus, yang nggak punya teman atau keluarga juga yang kerja di BCA. Saya hanya tahu BCA itu perusahaan besar yang sepertinya cocok buat mengembangkan karir. Kalau ditanya kenapa bertahan sampai sekarang, itu kira-kira alasannya. Ternyata prediksi saya tidak meleset. BCA bisa dianggap perusahaan yang sangat tepat buat siapa pun yang mau karirnya berkembang lebih jauh. Orang-orang di dalamnya asyik, kekeluargaannya erat, dan gak melulu kerja. Dulu pas training saja sudah ada bujet buat jalan-jalan. Kalau sekarang jangan ditanya (tertawa)

VP2

Jadi bisa dikatakan mimpi Anda sudah terwujud buat berkembang dan berkarir bersama BCA?

Bagaimana ya (tertawa). Jujur awalnya tidak pernah tebersit sedikit pun bisa sampai di titik ini. Saya bekerja saja dengan baik. Menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, tidak pernah menolak challenge. Saya jalani saja, the best I can do, itu prinsipnya. Eh, tahu-tahu naik, naik, sampai sekarang sebagai Vice President. Tanpa rencana, bahkan mimpi pun nggak, serius.

Pernah mengalami masa-masa sulit selama berkarir?

Ada, selalu ada dan setiap fasenya berbeda. Di awal karir saya sempat mengalami kesulitan dari sisi teknikal, seperti coding. Lalu ke sini-sini harus menajamkan analisis, time management. Itu sulit banget menurut saya, meski akhirnya saya juga berhasil melewatinya. Dan saat sudah membawahi sebuah tim, kesulitan lebih terkait me-manage sumber daya manusianya. Namun itulah tantangan buat kita membuktikan diri dengan mengubah kesulitan jadi peluang.  Kembali lagi, kesulitan tak akan terasa kalau sekeliling selalu mendukung. Apalagi BCA mengutamakan spirit team work, semua kendala dan kesulitan selalu beres.

Ada peristiwa yang pernah membuat down?

Sejauh ini nggak ada. Karena itu tadi, kesulitan sebesar apa pun, selalu diselesaikan bersama-sama, jadi terasa lebih ringan. Di BCA soalnya beban tugas diberikan secara bertahap. Misal kita karyawan baru nih, kita dikasih tugas dulu sesuai porsinya. Semakin tinggi, tentu semakin besar tanggung jawabnya.

Termasuk setelah menjabat sebagai Vice President?

Betul sekali. Dulu mungkin saya bekerja untuk diri saya sendiri. Namun sekarang saya kan sudah mengepalai sebuah tim yang cukup vital posisinya. Tantangan bertambah. Di satu sisi saya harus memastikan sistem berjalan dengan baik, di sisi lain saya harus membimbing rekan-rekan kerja di dalam tim tetap semangat dan produktif.

Bagaimana kiat Anda menjalaninya?

Kalau dirunut sampai belakang, dalam arti menilai diri kenapa saya bisa sampai di titik ini adalah saya selalu berusaha positive thinking, tahan banting, dan mengemban tanggung jawab dengan baik.

Nah, karena sekarang punya tim, saya ingin menularkan hal-hal positif tersebut kepada tim saya.  Saya punya harapan setiap orang yang bekerja dengan saya, rekan-rekan kerja, atasan, atau siapa pun bisa sukses. Modal awal saya ya itu, silakan berinovasi sesuai prinsip masing-masing. Yang penting bekerjalah dengan sepenuh hati dan terbuka terhadap masukan, jujur, dan berintegritas. Kiatnya kira-kira berikan contoh berdasarkan pengalaman dan berikan teladan yang baik.

Apa harapan terkait karir Anda selanjutnya?

Saya ingin membantu rekan-rekan kerja saya di tim IDS dan IT sukses. Saya sendiri, jalani saja (tertawa)

Kalau harapan Anda terhadap BCA? 

Yang saya rasakan selama kerja di sini, BCA itu selalu mencoba teknologi-teknologi yang mungkin di Indonesia belum dipakai, BCA sudah mau mencobanya. Tujuannya, saya melihat tak lain agar teknologi tersebut bisa diadaptasi dan bermanfaat bagi nasabah dan industri perbankan di Indonesia. Selama bekerja di BCA, meski tidak semua terlibat proyek, tapi hampir secara keseluruhan mengikuti penerapan teknologi di BCA, mulai dari Flazz, KlikPay BCA, m-BCA, hingga Sakuku. Di IDS sendiri pun sekarang sudah lebih canggih sistemnya. Itulah yang membuat transaksi BCA terjamin keamanannya, mudah, dan. responsif

Harapan saya, BCA terus berinovasi dari sisi teknologi untuk semakin membuat nyaman nasabah dalam bertransaksi dan menikmati layanan perbankan.

Menjelang berakhirnya wawancara, Sugianto menyampaikan pesannya untuk siapa pun yang ingin bergabung ke tim IT BCA. “Di BCA kamu bisa berkembang lebih baik. Baik secara karir maupun etos kerja. Asal kamu tahan banting, punya resiliensi yang tinggi. Satu lagi pantang menyerah. Hindari sikap mudah menyimpulkan bahwa profesi kita nggak cocok hanya karena menghadapi kesulitan.”

Bagaimana, sudah siap menjadi bagian dari tim IT BCA serta bekerja bersama orang-orang hebat dan punya karir menjanjikan? Temukan informasi lengkapnya di sini https://karir.bca.co.id/peluang-karir/

 

Start Your Career @BCA Now

 
Masih pelajar dan ingin merasakan dunia kerja?
Ikuti program Magang Bakti BCA Di Sini

Lulusan Fresh graduate? Belum memiliki pengalaman kerja profesional?
Cari tahu informasi posisi yang cocok untuk Anda Di Sini

Punya ambisi dan impian untuk meraih sukses dan membutuhkan tantangan? Cari Tahu Di Sini

Hubungi Kami

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs BCA. 
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.