Berita & Artikel

Posted on: 01-03-2018

Awalnya Coba-coba, Akhirnya Jatuh Cinta

Thumb Photo

Awalnya, tidak pernah terpikirkan oleh Frans Yosafat Edward bisa bergabung di Divisi IT BCA. Berawal dari coba-coba menginput data di karir.bca.co.id setelah mengikuti acara workshop BCA di kampusnya tahun 2014, tiba-tiba ia dipanggil untuk mengikuti tes dan interview. Lolos dari tahap tersebut ia langsung ditawari kontrak kerja. Sempat ragu, ia diyakinkan pihak BCA bahwa di sinilah tempat yang tepat buatnya. Kini, empat tahun berselang, Frans -- panggilan akrabnya -- telah menjadi IT Analyst sekaligus IT Trainer untuk para trainee atau calon karyawan di Divisi IT BCA. Bagaimana kisah karir Frans di Divisi IT BCA hingga ia menjadi trainer dalam Program IT Trainee? Yuk, simak petikan wawancaranya berikut ini. 

Dulu katanya sempat ragu masuk di IT BCA?

Iya, karena kan hanya coba-coba input data di karir.bca.co.id setelah mengikuti workshop di kampus. Sama sekali gak nyangka mau dipanggil dan diterima karena posisinya saat itu belum lulus, skripsi  hard cover-nya juga belum dikumpul.

Ragunya adalah belum ada tujuan kerja. Hanya melihat ada lowongan saja di website karir.bca.co.id, iseng-iseng deh masukin aplikasi selengkap mungkin, pikir saya. Eh, tiba-tiba dipanggil tes, mengkuti prosedur, psikotest dan interview. Keterima, padahal gak kepikiran mau masuk BCA.

Menyesal masuk BCA ….

(Hehehe tertawa) Justru bangga. Ada kejadian menarik saat pertama kali masuk yang mau saya share. Dulu karena asal melamar, saya melamar BDP (BCA Development Program). Pas tahap interview oleh HRD, mereka tanya, “kok kamu masuk ke BDP, kenapa gak ke IT aja, kamu kan jurusannya IT?”

Saya diam waktu itu, padahal sebabnya adalah saya belum percaya diri kerja sebagai IT. Singkat cerita mereka langsung membelokkan saya ke IT. Saya kaget sekaligus bersyukur karena BCA menempatkan calon karyawan sesuai jurusannya. Mereka tahu minat saya. 

Inside

Bagaimana akhirnya kamu bisa percaya diri dan mantap di Divisi IT BCA?

Kalau ditanya kenapa mantap, memang IT itu passion saya. Dulu sebenarnya hanya hobi main game online, lama-lama ingin menekuni, kayaknya seru juga ya bisa bikin aplikasi game. Terus di dalami, eh jatuh cinta, sampai saya mantap untuk mengambil kuliah Jurusan Teknologi Informasi.

Nah, kenapa saya akhirnya bisa pede, dikarenakan kita di-training dulu dalam Program IT Trainee selama enam bulan. Di program ini, selain dilatih hard skill seperti coding, development, kita juga diajarkan juga soft skill, seperti public speaking, teknik presentasi, team work dengan suasana training yang serius tapi santai. Hal itu meningkatkan kepercayaan diri saya. Selain itu, dari sisi skill, saya juga jadi lebih siap bekerja dengan standar-standar pola kerja BCA. Tidak gagap lagi, sudah jadi, siap bekerja pokoknya.

Sisi lain yang Membuat Mantap, Materi Mungkin ….

Secara BCA salah satu bank besar di Indonesia, hal itu seperti tak perlu dijelaskan (hahaha tertawa). Sebenarnya ada satu hal lagi yang membuat saya mantap, BCA yang selalu berupaya mendorong karyawannya untuk berprestasi dan berkembang. Kalau kamu punya ide atau gagasan baru sekitar dunia IT, misalnya membuat program atau aplikasi, yang relevan dengan BCA, tinggal mengajukan. BCA akan support dengan maksimal.

Apa hal paling berkesan saat mengikuti Program IT Trainee?

Dulu kan selama enam bulan kita bareng, dikasih tugas dan materi bareng, dan semuanya dikerjain sama-sama. Tidak ada ego menonjolkan diri karena di project akhir kita diberi tugas, dan yang dinilai pun adalah team work. Ternyata kebersamaan ini tumbuh, tidak hanya saat training, tapi hingga kini. Meski kita semua sudah berbeda tim.

Lalu metode belajar yang berupa open discussion, serius tapi santai. Para trainer sangat terbuka, jika kita kesulitan, mereka dengan senang hati membantu. Intinya, kita diskusi untuk memecahkan kesulitan bersama dengan suasana belajar yang nyaman. Itu juga berkesan dan terbawa ke dunia kerja saat ini, saling bantu kalau ada kesulitan. Nah, di IT Trainee ini selama 6 bulan semua dipersiapkan untuk  mengikuti pola kerja atau standar-standar kerja yang ada di BCA, seperti bagaimana coding yang baik, membuat code hingga aplikasi yang baik.

Nah, sekarang ‘kan sudah jadi bagian dari Divisi IT BCA, bahkan sudah jadi IT Trainer untuk para calon IT di BCA. Kapan tepatnya jadi IT Trainer dan bagaimana proses terpilihnya?

Sejak tahun 2017, baru setahun. Prosesnya kalau saya ditawarin oleh atasan, ditanya, “Mau nggak mengajar?” Tapi lebih dari itu, siapa pun di divisi IT dapat mengajukan diri menjadi trainer. Divisi IT BCA sangat terbuka kalau ada karyawannya yang ingin jadi trainer. Kembali ke proses, saat ditanya seperti itu, saya langsung mengiyakan karena memang suka bagi-bagi pengalaman. 

Inside2

***

Menjelang berakhirnya interview, Frans berpesan, ada dua poin buat kamu semua yang ingin sukses berkarir di IT BCA. Pertama, adalah kemauan untuk terus belajar. Sebab, dunia IT berkembang sangat cepat, sofware dan OS (Operating System) itu setiap tahun ganti. Dan kita sebagai IT tentu harus update  terhadap perkembangan tersebut.

Kedua, adalah keinginan untuk terus mengembangkan diri. Sesuai dengan value BCA, yaitu continuous pursuit to work excellence, karyawan BCA diharapkan terus berinovasi sesuai bidangnya dengan memberikan sesuatu yang bukan cuma baik, tapi selalu lebih baik dan lebih baik lagi. 

Start Your Career @BCA Now

 
Masih pelajar dan ingin merasakan dunia kerja?
Ikuti program Magang Bakti BCA Di Sini

Lulusan Fresh graduate? Belum memiliki pengalaman kerja profesional?
Cari tahu informasi posisi yang cocok untuk Anda Di Sini

Punya ambisi dan impian untuk meraih sukses dan membutuhkan tantangan? Cari Tahu Di Sini

Hubungi Kami

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs BCA. 
Kami sangat menghargai komentar atau saran Anda agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.